• September 25, 2023

Makanan yang Perlu Dihindari Bayi Usia 8—12 Bulan

Sejak berusia 6 bulan, bayi sudah diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Meskipun demikian, tidak semua makanan dan minuman diperbolehkan. Dalam pemilihan menu MPASI, Sahabat Sehat perlu berhati-hati karena tidak semua makanan aman diberikan.

MPASI
Foto: Pexels.com

Saat bayi sudah berusia 8 bulan, jenis makanannya semakin banyak seiring perkembangan kemampuan mengunyah dan mencerna makanan. Periode tumbuh kembag bayi menjadi momen orang tua untuk bereksperimen. Boleh saja mengkreasikan menu, namun perhatikan anjuran berikut agar jangan memberikan beberapa makanan ini saat usia bayi 8—12 bulan. Meskipun beberapa sumber sudah membolehkan beberapa makanan saat usia bayi 1 tahun, namun agar aman tetaplah berhati-hati hingga usianya lebih dari 1 tahun. Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari.

Madu

Mitosnya, madu bisa membuat newborn baby lebih sehat hingga bibirnya merona merah. Tapi, janganlah terkecoh dengan tradisi memberikan madu kepada bayi. Hal tersebut bisa berbahaya karena madu berpotensi mengandung bakteri Clostridium botulinum yang menimbulkan keracunan, dengan gejala seperti nafsu makan memburuk, lemas, dehidrasi, lemah menyusu, konstipasi, hingga pneumonia.

Kacang

Makanan yang ngga disarankan untuk bayi selanjutnya adalah kacang utuh karena rawan menyebabkan tersedak. Jika ingin memasukkan kacang ke dalam menu, sebaiknya olah terlebih dahulu dengan cara dihaluskan atau dibuat selai. Dalam beberapa kasus, kacang juga rentan menyebabkan alergi, sehingga perlu memeriksakan anak ke dokter untuk memastikan apakah mempunyai alergi kacang atau tidak.

Buah dengan Rasa Asam

Buah-buahan yang terlalu asam, seperti lemon, jeruk, anggur, kiwi, memang menyegarkan. akan tetapi, semua itu bisa menyebabkan mual jika dikonsumsi bayi di bawah 1 tahun. Jadi, hindari buah yang rasanya asam. Gantilah buah-buahan manis dan mengandung banyak air, seperti semangka, jambu, melon.

makanan bayi
Foto: Pexels.com

Kudapan Tinggi garam dan Gula

Menuju usia pertamanya, bayi lebih terbuka dengan beragam rasa selain manis, seperti asam, asin, pahit. Oleh karena itu, biasakan indera perasanya terbiasa peka dengan rasa-rasa tersebut, selain manis. Boleh saja memberikan makanan manis, namun jangan terus menerus dan perhatikan jumlahnya supaya ngga berebihan. Upayakan untuk memberikan makanan dengan rasa lain atau tidak dominan manis agar kemampuan indera perasanya baik.

Pada usia 8—12 bulan, anak disarankan tidak mengonsumsi makanan yang mengandung garam. Asupan garam berisiko menyebabkan gangguan pada ginjal dan respon imun tubuh. Sebaiknya hindari memberikan makanan tinggi garam, seperti keripik, sosis, hingga junk food.

Makanan Berukuran Besar, Keras, atau Kering

Nah, agar mengurangi risiko tersedak, hindari memberikan makanan berukuran besar, dan bertekstur keras atau kering untuk si kecil. Berilah makanan dalam potongan kecil sekitar 1,2 cm sesuai anjuran American Academy of Pediatrics (AAP). Tak hanya itu, mengonsumsi makanan keras dan kering juga berisiko menyebabkan radang tenggorokan.

Beberapa Jenis Keju

Keju yang belum dipasteurisasi tidak dianjurkan untuk bayi karena bisa membawa bakteri Listeria penyebab listeriosis. Jenis keju yang berisiko tersebut adalah camembert, brie, milk cheese, soft blue-veined cheese. Sahabat Sehat boleh saja memberikan keju tinggi lemak dan sudah dipasteurisasi, seperti cream cheese cottage cheese, dan cheddar.

Sangat penting mengetahui makanan yang perlu dihindari untuk bayi hingga usia 1 tahun. Cara ini dapat mengantisipasi berbagai risiko kesehatan, terutama masalah pencernaan dan alergi. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai rekomendasi menunya.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Yuan Adelintang Kurniadita

Saya adalah mahasiswi Magister Sains Manajemen, UGM, dan sudah berpengalaman sebagai content writer freelance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *